RSUD M. Natsir Hadirkan Inovasi "MANTAN RAKUS" untuk Membantu Pasien Hemodialisa Mengendalikan Rasa Haus dan Asupan Cairan

Solok – RSUD M. Natsir terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien. Salah satu inovasi yang dikembangkan di Unit Hemodialisa adalah MANTAN RAKUS (Manajemen Keperawatan Kulum Batu Es dan Kunyah Permen Xylitol), sebuah program yang dirancang untuk membantu pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa mengatasi rasa haus sehingga mampu mengendalikan asupan cairan harian dan mencegah terjadinya kelebihan cairan (fluid overload).
Inovasi ini dipelopori oleh Ns. Irdayanti, S.Kep. bersama tim keperawatan Unit Hemodialisa RSUD M. Natsir. Program ini menyasar pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisa dengan melibatkan keluarga sebagai pendamping utama dalam mengawasi kepatuhan pasien terhadap pembatasan konsumsi cairan selama berada di rumah.
Pengembangan MANTAN RAKUS dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka ketidakpatuhan pasien hemodialisa dalam membatasi asupan cairan. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya komplikasi seperti pembengkakan (edema), sesak napas, hipertensi, gagal jantung, hingga meningkatkan risiko kematian. Banyak pasien datang untuk menjalani hemodialisa dalam kondisi mengalami kelebihan cairan akibat sulit menahan rasa haus dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pengaturan konsumsi cairan setiap hari.
Melalui inovasi MANTAN RAKUS, pasien diberikan edukasi mengenai teknik sederhana untuk mengurangi rasa haus, yaitu dengan mengulum batu es dan mengunyah permen xylitol sebagai alternatif yang aman selama menjalani pembatasan cairan. Metode ini membantu memberikan sensasi segar di rongga mulut sehingga keinginan untuk minum berlebihan dapat berkurang tanpa meningkatkan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.
Selain edukasi secara langsung di Unit Hemodialisa, RSUD M. Natsir juga melibatkan keluarga dalam proses pendampingan pasien. Pasien dan keluarga dimasukkan ke dalam grup WhatsApp Hemodialisa sebagai media komunikasi, konsultasi, dan edukasi berkelanjutan. Mereka juga menerima leaflet edukasi serta tautan Google Drive yang berisi materi informasi dan video mengenai penerapan MANTAN RAKUS sehingga dapat dipelajari kembali di rumah. Dengan pendekatan tersebut, keluarga diharapkan mampu memberikan dukungan dan mengawasi kepatuhan pasien dalam menjalankan pembatasan cairan setiap hari.
Penerapan inovasi ini bertujuan membantu pasien menjalani terapi hemodialisa dengan lebih nyaman sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap pengaturan asupan cairan. Melalui pengendalian rasa haus yang lebih baik, risiko terjadinya kelebihan cairan dapat ditekan sehingga komplikasi seperti edema paru, sesak napas, hipertensi, gagal jantung, kram otot, maupun kondisi yang mengancam jiwa dapat dicegah sejak dini.
MANTAN RAKUS juga memberikan manfaat yang lebih luas, antara lain meningkatkan kualitas hidup pasien, membantu perawat menentukan intervensi keperawatan yang paling efektif dalam mengatasi rasa haus, meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai bahaya kelebihan cairan, serta membangun kedisiplinan pasien dalam mengontrol konsumsi cairan harian. Edukasi yang berkelanjutan membuat pasien memahami bahwa pengelolaan cairan merupakan bagian penting dari keberhasilan terapi hemodialisa dan kualitas hidup jangka panjang.
Melalui inovasi MANTAN RAKUS, RSUD M. Natsir kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inovatif, edukatif, dan berpusat pada pasien. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi, mengurangi angka komplikasi akibat kelebihan cairan, serta membantu pasien hemodialisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, nyaman, dan produktif.
Panduan / Manual Book: Lihat Manual Book MANTAN RAKUS
Tautan & Dokumen Terkait